Sinetron yang merajarela di
setiap chanel tv, acara joget yang tidak jelas, lawakan yang
menyerang secara verbal, memukul teman untuk sebuah tawa, itukah
selera hiburan orang Indonesia, sungguh sangat di sayangkan memang,
jika kita melihat lagi pada waktu yang lalu, dimana tayangan di
televisi sangatlah bagus untuk di tonton, acara musik yang
benar-benar menampilkan sebuah musik yang indah, bukan seperti
sekarang yang di mana musik hanya menjual paha dan dada seperti di
franchise makanan cepat saji.
Itu semua dikarenakan hal yang
cukup sangat simple, ini semua di karenakan bisnis yang tidak baik
daripada pihak pemilik channel tv, mereka hanya mementingkan rating
dan share, tanpa memperhatikan kualitas, dan karena masyarakat kita
itu masih tergolong miskin, kenapa?, kok ada kaitannya miskin dan
tontonan yang di tonton?.
Begini jika orang Indonesia itu
kaya maka ia akan berlangganan Indovision dll, yang dapat memberikan
tontonan yang baik seperti national geography, history, oprah, dll.
Yang dapat memberikan tontonan yang berkualitas, bagi orang miskin
lebih baik bisa makan daripada menonton tontonan yang berkualitas.
Bayangkan saja penghasilan yang
cukup untuk makan dan membayar tagihan harus di tambahkan dengan
berlangganan tv yang cukup menyiksa, sangat berat untuk membayarnya.
Ekonomi terus naik, iya bagi yang bisa menggunakannya, kalau yang
tidak bisa menggunakannya bagaimana?
Jadi di akhir kata, jangan
mengeluh tontonan anda kurang baik atau apalah, lebih baik anda
mengambil remote tv anda dan matikan tv anda, itu tentu akan lebih
baik, jadilah penonton yang dapat menyeleksi apakah itu tontonan yang
berkualitas atau tidak..
Sekedar tulisan dari
Benny Derfian
@bennyderfian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar